Kamis, 02 Maret 2017
Rabu, 25 Januari 2017
Dear Sirius
Hai para pembaca diluaran sana
Kali ini gue mau menuangkan isi hati ,pikiran ,jiwa dan raga gue disini(maaf agak lebay ya).yaitu berupa kata kata baper ,bermakna sakral,bisa bikin lo pada merasakan sensasi berbagai macam rasa es krim.
Udah ah gue terlalu banyak ngomel
Ini dia akhir dari segala penantian lo semua....***
KATA KATA CURHAT SIRIUS
SIRIUS 1
Hitam Putih
Rasa yang telah lama terpendam
Dan bersusah payah disimpan
Tiba tiba bergejolak menggebu
Seolah ingin keluar persembunyian
Ingin semua orang mengetahuinya
Terutama Dia si penyebab rasa itu muncul
Cinta tulus dariku
Kini entah kenapa
Merasa begitu berambisi
Ingin memilikinya
Ingin merasakanya
Ingin menjadi nyata
Mungkin ada waktunya sebuah rasa
Lelah untuk menunggu dengan diam
Ada kala hati ingin kemenangan
Berharap hal baru yang menyenangkan
Ataupun kebiasaan yang menjadi istimewa
P-----***-----K
SIRIUS 2
Abu Abu
Cinta itu begitu abu abu
Aku kamu tak terlihat
Seperti keras kepalanya batu
Keegoisan disetiap ambisi
Kemustahilan dari gengsi
Kutub yang sama saling beradu
Tapi ada satu kekuataan
Energi cinta sejati
Melemahkan segala jarak dan gaya
Menghidupkan dua hati terkunci
P----***----K
SIRIUS 3
Walaupun
Aku tak pernah berkata cinta
Bahkan memujimu enggan
Bibir sangat berat menyapamu
Tak ada sedetikpun keberanian
Untuk sekedar memperjuangkanmu
Walaupun aku hanya diam diam
Memperhatikanmu dan peduli padamu
Tapi kepedulian ini sangat menyiksa
Karna ia ingin sekali ditunjukan
Sayangnya aku tak bisa lakukan itu
Aku bodoh hanya bisa begini
Berkata kasar seolah musuhmu
Cuek seolah tak peduli padamu
Tak berani menatap seolah membencimu
Mungkin selama ini aku
Menyebut nama orang lain
Memuji orang lain
Semua itu aku lakukan dihadapanmu
Tapi semua itu hanya kepalsuan
P---***---K
SIRIUS 4
Sebenarnya
Kamu selalu ada disetiap doaku
Aku tak segan untuk memujimu
Bahkan dalam setiap kekuranganmu
Tak ada ruang sedikitpun
Untuk orang lain dihatiku
Aku sangat mencintaimu
Entahkah kau tau itu
Aku tak pernah melupakan
Sedetikpun kebersamaan kita
Dari awal hingga detik ini
Disetiap kekasaran dan kecuekanku
Ada ketakutan tersendiri
Untuk menyakiti hatimu
Tapi aku hanya ingin
Tak ada yang mengetahui
Aku begitu sangat mencintaimu
Mungkin begitu banyak
Nama orang lain itu
Tapi tak berarti apa apa
Itu hanya setetes air
Disamudra luas
Samudra cintaku padumu
P---***---K
SIRIUS 5
Persahabatan
Aku sedang di ambang batas
Antara bertahan dan pergi
Tak ada masalah yang jelas
Tak ada pilihan yang pasti
Ternyata ada suatu masa
Disaat kita tak lagi sama
Takdir sudah berubah
Disana saatnya kita dewasa
Perlahan tapi pasti
Akhirnya terungkap
Kenyataan sebenarnya
Berlapang dadalah
Hati ini terasa hampa
Kehilangan arah tujuan
Mencari pelabuhan rasa
Yang dulu selalu bersama
Hal baru datang dengan cepat
Membawq perubahan besar
Hingga aku mampu bertahan
Badai dan hujan telah usai
Tinggal kenangan yang bergelombang
P---***---K
SIRIUS 6
Kepercayaan
Sesuatu yang sangat mahal
Tak ternilai dengan uang
Hanya dapat dirasakan
Pengaruh keajaibannya
Hanya dimiliki orang tertentu
Dengan hati suci dan tulus
Tanpa pamrih dan penyakit
Lebih berarti dari kekayaan
Kepercayaan bisa kejam
Karena sebuah pengkhianatan
Menghancurkan dan memusnahkan
Segala kebaikan yang ada didunia
Kekecewaan atas kenyataan
Yang tak bisa diubah
Hanya dapat dihadang
Bertahan dikondisi terburuk
Murninya kekuataan itu
Mengalahkan dewa kematian
Memenangkan kebaikan
Menyatukan cinta sejati
P---***---K
SIRIUS 7
Untuk Apa
Tetaplah tersenyum
Walau tak sanggup
Menghadapi kenyataan
Terpapar di depan mata
Ternyata semua tak lagi sama
Tawa sudah berbeda
Cerita sudah berbeda
Semua tak lagi sama
Tak ada tindakan
Hanya bisa menunggu
Waktu berpihak pada kita
Tapi takdir tak bergerak
Bahkan hanya untuk menyapa
Takdir tak mengizinkan
Mungkin waktunya sudah habis
By: Maysyarah Ardiana
Senin, 23 Januari 2017
Aku mendengarAdel teriak-teriak memanggilku, namu aku tak menghiraukannya. Dan setelah sampai di kantin aku segera memesan makanan.
“Ayo naik” suruh kak Radit dengan wajah datarnya
“A..a..aku di jemput sama papa ku kak” jawabku terbata-bata
“Sekolah sudah sepi, ayo naik!!” balasnya tanpa melihatku,dia hanya melihat ke depan Aku segera naik ke atas motornya , dalam perjalanan dia tak sedikitpun membuka suaranya sekalipun itu untuk menanyakan alamat rumahku.
Setelah sampai di depan rumah,aku masih saja bertanya-tanya bagaimana bisa kak Radit bisa tahu rumahku.
“Tak perlu kamu tahu darimana aku tahu” hingga aku tersadar,dan segera turun dari motornya. “Ketara banget ya Au, gak mau pisah sama hmm nya?” canda mama membuatku malu di depan kak Radit
“A...a...anu ma” balasku. Kak Radit turun dari motornya dan menyalami mama
“Sore tante, saya Radit tante” sapa kak Radit
“Sore nan Radit, ayuk masuk??” ucap mama mengajak kak Rdait masuk
“Gak usah tante,sudah sore,,Radit pulang ya tan?” pamit kak Radit sama mama
“Thanks kak” ucapku saat dia kembali ke motornya. Kak radit hanya menatapku sambil menaikkan kedua alisnya. Bahasa isyarat seperti itu udah biasa aku dapat darinya. Dia memang manusia setengah bisu dan dia bisa tersenyum pada mama tapi aku tak pernah mendapatnya, padahal yang suka kan aku bukan mama.
Bel tanda masuk telah berbunyi,aku baru saja sampai di sekolah. Dengan cepat aku berjalan menuju kelas,namun empat orang most wanted sekolah berjalan didepanku hingga membat langkahku kembali pelan. Salah satu dari merek berbalik badan dan menatapku tanpa melukis senyum dibibirnya. Aku sudah biasa mendapat tatapan tajam dan wajah datarnya, lalu hal apa yang membuat hatiku jatuh padanya. Ini benar-benar aneh.
“Permisi kak” sapaku sambil menundukkan kepala,tanpa menjawabku dia hanya memberiku jalan “Eehh.. Audi, Pagi Au?” sapa kak Alvaro sembari aku melewati kak Radit.Aku hanya membalas dengan senyum dan kembali berjalan menuju kelas.
Dalam diam aku selalu memikirkannya,dalam diam aku selalu memperhatikannya,dalam diam juga dia selalu hadir dalam pikiranku,ingin sekali aku membuang bayangnya jauh jauh, namun cinta merubah segalanya, cinta itu benar-benar buta. Bagaimana bisa mata ini selalu mencari-cari keberadaanya. Orang bilang jatuh cinta itu bahagia, tapi tidak dengan nasib cintaku. Apa yang aku rasakan tentangnya hanya bisa aku ukir dalam diam. Pahit... Ya, pahit nasib cinta pertamaku. Tanpa di sadari air mataku menetes membasahi punggung tangan ku.
“Hai, Au” sapa pria yang baru duduk di sebelahku, namun aku tidak melihat kearahnya
“Hai kak Raa.. kak Alvaro” jawabku dibawah alam sadar
“kamu lagi mikirin Radit Au,?” tanya kak Alvaro
“gak kok kak, cuman suara kakak aja mirip aku kira.... Aku pamit ke kelas ya kak?” balasku, belum sempat kakAlvaro menjawab, aku segera pergi meninggalkannya sendiri di taman belakang sekolah.
Dilorong sekolah aku sendiri berjalan dengan mataku yang masih berkaca-kaca, tanpa sengaja aku menabrak seseorang yang tinggi dari aku. Saat aku mengangkat kepala untuk melihatnya,saat itupun tubuhku serasa membeku ditempat. Dia bukan saja sering datang dalam benakku tapi kehadirannya sering menghantuiku. Matanya yang biasa menatapku tajam sekarang hanya kesenduan yang aku lihat. “Ada apa dengannya?” tanyaku membatin. Dua ekor matanya masih menatapku,meskipun wajah datarnya selalu menemaninya saat
ada di dekatku. “Ma.. Maaf kak ” ucapku terbata-bata , karena aku tau dia tidak akan menjawab aku segera pergi menuju kelas.
Arlojiku telah menunjukkan pukul 7, malam ini aku akan bertemu dengan kak Alvaro di taman komplek. Aku belum tau pasti entah apa maksud kakAlvari tapi, yang dia katakan dia akan menceritakan hal penting yang harus aku ketahui.
“Hai kak, aku lama ya? ” Sapaku pada kakAlvaro setelah tiba di taman
“Gak kok Au, silahkan duduk” balasnya dan aku segera duduk disebelahnya
“Jadi, apa yang mau kakak ceritakan ke aku?” tanyaku
“Hmm.. Kakak tau kalau kamu suka sama Radit,dan kamu gak usah bohong Au!” jawab kakAlvaro.Aku gak tau kenapa dia bisa menebak seperti itu,
“Gak kok kak,, kakak salah tebak deh,” jawabku berbohong
“kamu bilang begitu,karna kamu gak tau kalau sebenarnya Radit juga suka sama kamu” balas kakAlvaro
“kakak gak usah menghiburku kak,aku kuat kok kak, jalanin kayak gini,,” balasku mencoba menahan air yang sedari tadi ingin keluar dari pelupuk mata ku
“kamu salah Au” ucap kakAlvaro
“Dimana salah aku kak? Coba kakak fikir! Bagaimana bisa aku percaya kalau dia juga merasakan hal yang sama denganku , sedangkan aku selalu selalu mendapat tatapan tajam darinya.kakak gak ingat?saat di kantin aku dan Adel duduk satu meja dengannya,saat kakak menyapaku tapi dia memberi tatapan tajam pada kakak,temannya saja menyapaku dia marah kak? Apa bisa aku percaya kalau dia juga suka dengaku., aku tau aku salah kak,, salah menaruh hati padanya” balasku sekarang air mataku tak dapat lagi aku tahan, mengingat perlakuannya selama ini benar-benar membuatku sakit
“Karna dia takut akan menyakiti kamu nanti Au,? ” ucap kakAlvaro
“Tidakkah dia sadar kak,dengan begini dia telah menyakiti aku kak ” balasku sambil mengusap air mata yang sedari tadi mengalir
“Dia begini karena ada alasannya Au,” ucap kakAlvaro
“Apa kak?” tanyaku, papa mengajarku untuk bisa menerima alasan orang meskipun dalam hal sesulit apapun
“Ini cerita yang ingin kakak kasih tau,, Jadi, sewaktu Radit masih kelas X, dia pernah menyukai seorang cewek yng satu kelas dengannya. Radit orangnya memang tak mudah untuk mengungkapkan perasaanya. Suatu hari dia memberanikan diri untuk menemui Raina,nama cewek yang disukainya Raina Fola.Radit memberikan surat pada Raina , disurat itu dia menulis ‘temui aku di cafe fortuna jam 7 nanti malam,datang ya Rain!’. Sebenarnya Radit tidak yakin kalau Rain akan datang karna dia tidak tahu kalau Rain sebenarnya juga menyukainya. Dimalam itu Radit mengungkapkan perasaanya pada Rain ,hingga pada akhirnya mereka pacaran. Namun, pada malam itu juga peristiwa menganaskan terjadi. Saat Radit mengantarkan Rain pulang,diperjalanan mereka mengalami kecelakaan hebat,hingga Rain menghembuskan nafas terakhirnya dan Radit kepalanya terbentur sangat keras dengan aspal membuatnya sampai sekarang difonis tumor otak. Alasannya dia gak mau menyatakan perasaannya pada kamu,karena Radit gak mau Au kalau kamu dekat dengannya kamu akan celaka nanti.” Jelas kak Alvaro antara percaya atau enggak, aku gak pernah membayangkan kalau dia pernah mengalami hal sesulit itu
. “Aku benar-benar gak nyangka kak, kalau kak Radit pernah mengalami hal sesulit itu” ucapku “Iyaa Au, dan sekarang dia dibawa kerumah sakit dan besok juga dia akan dibawa ke singapore untuk pengobatan lebih lanjut sampai dia sembuh.” balas kak Alvaro membuatku terkejut,karena pengobatannya pasti tidak sebentar.
“Apa kak? Pasti itu tidak sebentar kan kak?” tanyaku memastikan,aku harap kak alvaro menjawab sebaliknya
“Iya Au,dia akan lama disana ” Jawab kakAlvaro,lebih baik aku diberi tatapan tajamnya setiap hari dari pada dalam jangka panjang aku tak dapat melihat wajah datarnya.
“Kak, aku ingin bertemu dengannya,ajak aku bertemu sebelum dia dibawa ke Singapore, please??” pintaku pada kakAlvaro “Besok kakak jemput kamu pukul 7 pagi ya, sekarang kamu pulang gih,kakak sekarang mau kerumah sakit buat nungguin Radit.” balas kak Alvaro sambil mengusap rambutku. “titip salam dan maaf ku sama kak Radit ya kak, Aku pamit pulang dulu kak?” ucapku, dan kami segera meninggalkan taman.
Pagi ini aku sudah tak sabar bertemu dengan kak Radit. Dari kamar aku mendengar klason mobil di depan rumah ku.
“itu pasti kak Alvaro datang” ucapku dan segera berlari keluar rumah.
“Audi, cepat keluar Alvaro udah datang nih” teriak mama dari luar rumah. Mama sudah tau dengan kak Alvaro ,karena aku telah menceritakan semua tentang kak Radit dan juga kak Alvaro sumbernya. “Iyaa maa...” balasku setelah tiba di samping sama
“Audi pergi dulu ya ma?” pamitku pada mama dan mencium kedua pipi mama
“Alvaro bawa Audi dulu ya tan,” pamit kakAlvaro dan menyalami mama.
Di sepanjang perjalanpun pikiranku tak lepas darinya. Setelah tiba di rumah sakit ,kami segera menuju kamar kak Radit. Dibalik pintu ruangan aku dapat melihat kak Radit yang sedang terbaring ambil menatap ponselnya. KakAlvaro perlahan membuka pintu kamar. Entah mengapa jantungku berpacu lebih cepat dari biasanya dan aku masih saja mengumpat di belakang tubuh kak Al.
“Pagi om,pagi tan?” sapa kakAlvaro,aku rasa mereka berdua papa sama mama nya kak Radit. “Pa..pagi om, tante?” sapaku gugup, kak Radit yang tadinya sibuk dengan ponselnya kini pandangannya beralih padaku. Aku segera menundukkan kepalaku.
“Pagi Al, nak Audi ya?” tanya mama kak Radit.
“iya tante” jawabku tersenyum pada wanita cantik itu
“Cantikan yang asli ya pa, dari pada di HP Radit,foto kamu candit semua Au,” balas mama kak Radit sambil bertanya pada papa kak Radit
“Mama??” panggil kak Radit pada mamanya
“Om,tan bisa kita tinggalin Romeo dan Juliet sebentar?” ucap kak Alvaro dan mendorongku hingga aku benar-benar dekat dengan kak Radit. Lalu papa sama mama kak Radit pun keluar dan juga kakAlvaro. Pintu kamar sudah terdengar tertutup, itu tandanya di didalam ruangan ini hanya aku dan kak Radit. Suasana begitu canggung, hingga tak ada satupun di antara kami yang membuka suara, matanya yang tak henti-hentinya menatapku , aku hanya menundukkan kepalaku.
“Maaf” ucapnya lirih ,akhirnya dia bersuara juga
“Ka.. Kakak gak usah minta maaf, aku udah tau semuanya kok kak” ucap ku gugup
“Aku udah nyakitin kamu Au” balasnya dan mengambil tanganku yang sedari tadi memegang tepi tempat tidurnya.
“Sakit yang aku rasakan,tak sebanding dengan sakit yang pernah kakak alami” balas ku meyakinkannya agar dia tidak merasa bersalah terus
“Maaf Au,” ucapnya lagi, mendengar kata maaf dari nya aku langsung menaruh jariku di bibirnya. “Lupakan semua kata maaf kakak” ucapku dan tersenyum padanya
“I love you” ucapnya “Apa kata kakak? ” balasku pura-pura gak dengar
“I love you Audi Larisya ” ucapnya lagi, dan bangkit dari tidurnya lalu dia memelukku
“I love you too kak Raditya Anggara, kakak cepat sembuh yaa” ucapku dan membalas pelukannya, tanpa ku sadari air mata bahagia, akhirnya menampakkan wujudnya..
“Kok nangis sih?” balasnya, lalu dia mengusap air mataku dengan tangannya. Perlakuannya yang sekarang pada ku benar-benar dari dia yang dulu.
“Gak kok kak,ini namanya tawa bahagia kakak,,, kak Radit berangkat ke Singapore pukul berapa?”tanyaku
“Nanti pukul 13.00 Au, aku mau sebelum aku pergi, kita menikmati kebersaan kita yaa honey? ” pinta kak Radit. Tanpa dia mintapun aku yang akan minta nanti. Aku membalasnya dengan anggukan.
“Do’ain semoga aku bisa sembuh total ya Au, dan tunggu kakak kembali ya?” Ucapnya, dengan tangannya yang masih bertengger di dipundakku.
“Pasti kak, tanpa kakak minta aku pasti mendo’akan kakak” balasku, namun air mataku kembali menampakkan wajahnya
“Udah jangan nangis lagi, simpan dulu tangismu sampai kamu mendengar kakak sembuh total, tangis bahagia Au,” ucapnya menenangkanku, lalu aku merasakab sebuah kecupan mendarat di keningku. “Belajar yang rajin ya anak pintar, pikirin aku dalam diam ” balasnya dengan mata puppy eyesnya, tak lama pemberitahuan bahwa pesawat yang ditumpanginya akan segera berangkat.saat inilah perpisahan dimulai,walaupun sementara. Dari kejauhan dia kembali menatapku dan melambaikan tangannya.
Alhamdulillah :)
Ini merupakan cerpen pertama kali gua post, sebenarnya udah banyak bikin cerpen cuman semuanya belum ada sampe finish.. dan kali ini sampe juga di finish.
Guys!!!! semoga ceritanya nyentol yaa..